Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi wisata, menyimpan banyak keajaiban alam yang telah diakui dan dicatat dalam daftar keajaiban dunia. Namun ada juga surga tersembunyi yang terletak jauh di Maluku Tenggara. Mukjizatnya adalah Meti Kei.

Meti di Maluku berarti ‘rambut rontok kering’, atau dalam istilah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari itu juga bisa berarti ‘bokek’ atau kering tidak ada uang sama sekali. Semoga kamu tidak menggunakannya hari ini, hehehe. Sementara itu dalam ilmu kelautan atau istilah pelaut dan nelayan setempat, Meti Kei sendiri berarti fenomena alam pasang terbesar dan terpanjang yang hanya ada di Kepulauan Kei.

 

Fenomena pasang surut ini bisa menjadi yang terluas di dunia. Kita bisa berjalan dari garis pantai ke laut hingga mendekati ujung air surut, tanpa merasakan jarak mencapai sekitar 3 km. Belum lagi wilayah wilayah kanan-kiri yang sejajar dengan pantai, dan yang unik adalah bahwa fenomena Meti Kei terjadi sekaligus di beberapa pantai di Kepulauan Kei.

Meti Kei adalah hadiah dari Tuhan untuk penduduk Kepulauan Kei. Berlawanan dengan ekspresi sehari-hari masyarakat Maluku, fenomena alam ini membuat nelayan dapat dengan mudah membawa hasil tangkapan laut ke pantai, sehingga mereka bisa mengambil ikan yang menggelepar di tempat surut. Bahkan sekarang fenomena alam ini menarik perhatian wisatawan karena mereka dapat menyaksikan memancing dengan nelayan (bahkan dapat berpartisipasi dalam membantu), juga dapat berjalan ke tengah laut tanpa berenang.

Kei adalah salah satu pulau di Indonesia Timur yang masuk ke Provinsi Maluku. Mungkin terdengar aneh di telinga Anda, tetapi pulau-pulau tersebut masuk ke “Surga Tersembunyi” oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. karena wilayah Kei adalah negara kepulauan, ada fenomena alam luar biasa yang terjadi di pulau-pulau.Fenomena alam ini adalah air laut surut yang cukup luas dan bahkan dapat mencapai kilo meter dari garis pantai. Bagaimana, menyenangkan dan menyenangkan, bukan?

Kiat & Info
Meti kei adalah fenomena yang terjadi setahun sekali antara Oktober dan awal November, di mana pasang surutnya air laut bahkan dapat menghubungkan dua pulau yang pernah dipisahkan oleh lautan.

Hamparan pasir putih dan berbagai biota laut adalah pemandangan yang sangat menakjubkan dan jika kita memindahkan Kepulauan Tayando di Telamel, air laut dapat surut dan bahkan dapat menghubungkan tiga pulau sekaligus. September hingga Oktober adalah masa ketika fenomena air surut sangat luas dan air pasang agak panjang, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat berjalan ke tengah lautan.Disarankan untuk menggunakan sandal gunung atau sepatu karang. Jangan lupa tutup kepala dan kacamata hitam karena panas matahari akan menyengat.

Akses Tempat
Untuk mencapai lokasi pantai Meti Kei, pilihan harus ditentukan terlebih dahulu, karena tidak semua berada di arah yang sama dan terkadang berjauhan. Tetapi hampir lokasi-lokasi itu tidak sulit dijangkau karena akses jalan untuk kendaraan roda dua atau empat. Lebih baik datang dari pagi hari sehingga Anda bisa menggunakan waktu secara optimal untuk mengunjungi tempat lain.Itulah pembahasan mengenai Wisata Ciamik Ala Meti Kei di Maluku Tenggara. Semoga bermanfaat ya