PT Dirgantara Indonesia adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan kebanggaan tanah air yang bergerak di bidang aviasi atau industri pesawat terbang.

PT Dirgantara Indonesia menjadi perusahaan pembuatan pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1976 silam. Meski sempat mengalami pasang surut, PT Dirgantara Indonesia tetap bertahan dan bahkan semakin melebarkan sayapnya.

Sejarah Pendirian PT Dirgantara yang Perlu Diketahui

pesawat pt dirgantara

Sejarah PT Dirgantara Indonesia dapat ditarik sejak 1946 ketika Tentara rakyat Indonesia Angkatan Udara (TRI AU) di bawah Biro Perencanaan dan Konstruksi mencoba membuat pesawat pertama dengan mesin Harley Davidson di Magetan, Jawa Timur. Saat itu, mereka berhasil membuat pesawat yang dinamakan sebagai RI-X.

Sayang, peristiwa pemberontakan PKI di Madiun terjadi sehingga turut menghambat kelanjutan pengembangan pesawat tersebut. Pada tahun 1953, lembaga tersebut dipindahkan ke Bandung dengan nama Seksi Percobaan. Adalah Nurtanio Pringgoadisurjo sebagai Komando Depot Perawatan Teknik Udara yang menjadi pengawas.

Di Bandung, mereka berhasil membuat tiga prototype pesawat yang kemudian dinamakan Si Kumbang. Pengembangan terus dilakukan hingga mereka dikirim ke Filipina untuk belajar. Pulang ke tanah air, dibentuklah Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP) yang nantinya berganti nama menjadi Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio (LIPNUR).

Peran BJ Habibie Dalam PT Dirgantara Indonesia

Seperti sudah banyak diketahui, salah satu tokoh yang sangat berperan penting dalam PT Dirgantara Indonesia adalah BJ Habibie. Setelah pulang dari Jerman, BJ Habibie digadang-gadang melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Nurtanio  dan kawan-kawan. Pada tahun 1976, LIPNUR berubah nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang langsung dipimpin oleh Habibie. BJ Habibie membuat sejumlah terobosan penting di IPTN seperti dalam hal production manufacturing plan, hingga mengintegrasikan dan mendesain pesawat sendiri.

Pendirian perusahaan dilakukan dengan menggunakan berbagai macam aset negara. Beberapa diantaranya adalah aset dari Pertamina, Divisi ATTP, hingga aset LIPNUR. Ketika diminta pulang ke Indonesia untuk membuat pesawat terbang, Habibie memang mensyaratkan agar biaya produksi pesawat tidak menggunakan utang luar negeri.

Pada tahun 1983, tepatnya tanggal 30 Desember 1984, IPTN berhasil menerbangkan pesawat CN235 yang menjadi bukti kekuatan Indonesia dalam industri pesawat terbang. Pesawat ini menjadi kado ulang tahun Republik Indonesia yang ke 50. Pada waktu itu, dunia sempat digemparkan karena sebuah IPTN di Indonesia nyatanya mampu untuk membuat sebuah pesawat.

Pada tahun 1984, IPTN resmi berubah nama menjadi PT Industri Pesawat Terbang Nusantara. Pada periode tersebut, berbagai aspek terus berkembang dalam waktu relatif singkat.

Krisis Moneter

Mimpi membangun industri pesawat terbang harus kandas saat krisis ekonomi melanda sejumlah negara di Asia termasuk Indonesia tahun 1997-1998. Pemerintah Indonesia yang waktu itu harus meminjam utang ke IMF terpaksa menutup IPTN . IMF tidak mau jika pemerintah Indonesia memberikan subsidi ke IPTN. Karena itulah, proyek N250 berhenti dan tidak berlanjut.

Banyak pihak menuding IMF telah mematikan harapan rakyat Indonesia untuk membangun pesawat sendiri. Saat ditutup, IPTN setidaknya sudah memiliki karyawan hingga 40 ribu. Mereka yang kemudian terkena PHK bekerja untuk berbagai maskapai seperti Boeing dan Airbus.

Padahal, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, IPTN sedang menyelesaikan proyek Turboprop N-250. Pesawat itu sendiri tengah menjalani uji terbang akhir untuk mendapatkan sertifikat layak terbang dari Federation Aviation Agency Amerika.

Bangkit Menjadi PT Dirgantara Indonesia

Pada tahun 2000,upaya untuk restrukturisasi IPTN dilakukan. Namanya diubah menjadi PT Dirgantara Indonesia. PT DI tidak hanya membuat pesawat terbang tetapi juga menjadi sub kontraktor untuk berbagai maskapai dunia seperti Boeing.

Apa Saja Prestasi PT Dirgantara?

Sebagai salah satu perusahaan penerbangan besar di Indonesia, berbagai prestasi tentu saja pernah diraih olehnya. Bergerak di bidang penerbangan membuat PT ini tidak hanya mengurusi pembuatan pesawat saja.

Namun demikian, PT ini juga bergerak dalam berbagai bidang seperti pelatihan penerbangan, ragam senjata untuk pesawat, maintenance pesawat, dan juga helikopter. Berbagai pendidikan diikuti oleh putra dan putri terbaik bangsa.

Dalam hal hubungannya dengan dunia internasional, perusahaan penerbangan kebanggaan tanah air ini sudah mendapatkan berbagai kepercayaan. Diantaranya, sudah memiliki berbagai rekanan dalam pembuatan proyek pesawat tempur.

Berbagai kerjasama juga telah dilakukan oleh perusahaan dengan perusahaan lain dari mancanegara. Contohnya saja, PT ini telah berhasil melakukan kerjasama dengan Korea Selatan yakni Korea Aerospace Industries (KAI) dalam hal pembuatan pesawat tempur.

Sebagai warga tanah air, kamu tentunya bangga untuk memiliki PT DI ini bukan? Berbagai prestasi yang telah ditorehkan membuat Indonesia semakin dikenal oleh kancah mancanegara. Setiap putra dan putri bangsa juga memiliki kesempatan untuk bergabung dan belajar bersama PT DI.