Pesawat Tempur Indonesia – Kekuatan militer Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa ini memang tak perlu diragukan. Bahkan saat ini kekuatan Angkatan Udara Indonesia sangat diperhitungkan di Asia Tenggara. Selain karena kekuatan para personelnya, Indonesia juga memiliki deretan pesawat tempur canggih. Setidaknya tercatat ada 462 pesawat tempur Indonesia yang terdiri dari berbagai macam tipe.

Jenis pesawat tempur milik TNI AU berasal diproduksi dari berbagai negara, seperti Rusia, Inggris, Korea, dan Amerika. Kecanggihan pesawat ini juga terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi yang ada. Jangan heran kalau masing-masing pesawat memiliki harga fantastis karena spesifikasi dan kecanggihannya juga tak main-main.

5 Pesawat tempur Indonesia dan Spesifikasinya

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia sehingga tak heran kalau kekuatan Angkatan Udaranya dipersiapkan dengan matang. Dan inilah 5 pesawat tempur milik Angkatan Udara Indonesia yang telah dirangkum oleh tim YHZAviation.com:

BAE Hawk

pesawat tempur Indonesia

BAE Hawk of the Indonesian AIr Force. Foto Wikimedia Commons

British Aerospace Hawk atau yang sering disebut dengan jet Hawk adalah pesawat tempur milik TNI AU sejak 1997. Pesawat ini dirancang khusus untuk menjalankan misis air superiority dan ground attack. Hawk juga didesain untuk terbang rendah serta difungsikan untuk peperangan ringan di udara.

Jet Hawk ditempatkan di dua skadron, yaitu Skadron Udara 12 Black Panther di Riau dan Skadron Udara 1 Elang Katulistiwa di Kalimantan Barat. Pesawat tempur yang satu ini mampu terbang hingga kecepatan maksimum Mach 1.2 di ketinggian 17.000 kaki. Hawk juga dilengkapi rudal udara AGM-65 Maverick dan rudal anti kapal tipe Sea Eagle. 

Golden Eagle T-50

RoKAF T-50 Golden Eagle

RoKAF T-50 Golden Eagle (Milik Korea Selatan). Sumber: Wikimedia Commnons

Pesawat tempur Indonesia yang kedua adalah Golden Eagle T-50 yang merupakan pesawat latih supersonik buatan Korea Selatan dan Amerika. Pesawat ini dibeli seharga Rp 313 miliar dan sanggup menembakkan peluru 2 ribu butir per menitnya. 

Golden Eagle juga memiliki sistem persenjataan lain seperti canon gatling dengan diameter laras 20 mm. Dari segi kecepatannya Golden Eagle termasuk kategori pesawat tempur sangat cepat, yaitu mampu melesat 1.5 Mach atau 1,5 kali kecepatan suara. 

Super Tucano

EMB 314 Super Tucano TNI-AU

EMB 314 Super Tucano TNI-AU. Sumber: Wikimedia Commons

Super Tucano atau yang sering disebut dengan pesawat Gatot Kaca ini dimiliki Indonesia untuk pertempuran taktis. Indonesia memiliki beberapa pesawat tempur Tucano Gatot Kaca yang saat ini berada di Skadron Udara 21 di Malang, Jawa Timur. 

Pesawat Tucano Gatot Kaca memiliki kelebihan untuk mencari musuh dan menghancurkannya. Terdapat dua senjata di bagian sayap kanan dan kiri yang juga dilengkapi 5 stasiun pengait untuk tempat senjata tambahan di sayap dan badan pesawat.

Fighting Falcon F-16

Dutch F-16

Pesawat F-16 (Milik Belanda). Sumber: Wikimedia Commons

Pesawat tempur Indonesia yang selanjutnya adalah Fighting Falcon F-16 buatan Amerika Serikat. Fighting Falcon F-16 memang sudah tidak diproduksi oleh Amerika namun beberapa negara masih mengimpornya. Pesawat ini dilengkapi dengan dua varian, yaitu F-16 Block 15 dan Block 25 untuk versi upgrade.  

Sukhoi Su-27

Pesawat Su-27 Rusia

Pesawat Su-27 (Milik Rusia). Sumber: Wikimedia Commons

Untuk yang terakhir ada pesawat tempur Indonesia Sukhoi Su-27. Pesawat tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini karena dilengkapi dengan daya jelajah tinggi dan persenjataan lengkap. Pesawat Sukhoi Su-27 buatan Rusia ini juga dilengkapi dengan kemampuan manuver yang mendebarkan. 

Seperti manuver Pugachev Cobra yang memungkinkan pesawat untuk berhenti tiba-tiba saat ditembak musuh. Pilot dapat mengankat kepala pesawat ke atas, persis seperti ular kobra yang siap menyerang musuhnya. 

Itulah deretan pesawat tempur Indonesia yang siap menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Sebagai Warga Negara Indonesia tentu kita bersyukur memiliki Angkatan Udara yang sangat kuat dan selalu siap menjaga Tanah Air dengan seluruh kemampuannya.