Pesawat Susi Air semakin familiar bagi masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan antar kepulauan di wilayah terpencil Indonesia, karena padatnya jadwal penerbangan pada maskapai milik eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti tersebut.

Jauh sebelum maskapai dikenal hingga kini, Susi Air memiliki sejarah panjang hingga akhirnya berdiri menjadi sebuah bisnis yang diperhitungkan. Kisahnya berawal dari keinginan Susi Pudjiastuti mengirimkan ikan menuju ke Jakarta agar masih segar saat tiba di tujuan.

Sekilas Tentang Pesawat Susi Air dan Pendirian Maskapai

Susi Pudjiastuti

Nama besar Susi Pudjiastuti sebagai pengusaha perikanan menjadi salah satu bagian dari kisah di balik berdirinya maskapai tersebut. Meski hanya tamatan SMA, Susi berhasil membangun maskapai penerbangan sendiri hingga memilki aset Rp1 triliun.

Berawal dari adanya keinginan mengirim ikan ke Jakarta

Pesawat tersebut pada awalnya akan dipakai untuk mengirim ikan hasil olahan perusahaan PT ASI Pudjiastuti milik Susi, yang bertolak dari Pangandaran menuju ke Jakarta. Pertimbangannya adalah efisiensi dari segi waktu.

Untuk memiliki pesawat sendiri, Susi meminjam uang di bank sebesar Rp20 miliar. Keberaniannya meminjam uang untuk membeli pesawat bukanlah tanpa perencanaan karena Susi sendiri dibantu oleh suaminya yang merupakan seorang pilot dan mekanik pesawat.

Sebelum diterbangkan sebagai pesawat Susi Air yang mengangkut penumpang secara komersial, armada baru itu digunakan sebagai transportasi untuk mengantar hasil olahan perikanan dan mulai aktif pertama kali pada tahun 2004.

Sempat dipakai untuk membantu korban tsunami Aceh 2004

Pesatnya pertumbuhan bisnis PT ASI Pudjiastuti membuat perusahaan sedikit demi sedikit mampu menambah armadanya secara bertahap. Salah satunya adalah pesawat Cessna Caravan yang didatangkan langsung dari produsennya di Amerika Serikat.

Armada yang kemudian dikenal sebagai Susi Air itu juga sempat ditugaskan untuk misi kemanusiaan pada bencana Tsunami Aceh tahun 2004 silam. Pesawat tersebut kemudian diarahkan khusus mengirimkan obat-obatan dan makanan.

Layanan yang Diberikan pada Konsumen Indonesia

Pesawat Susi Air mulai dikenal secara luas setelah memutuskan untuk terjun ke bisnis penerbangan bertarif rendah (LCC). PT. ASI Pudjiastuti Aviation akhirnya berdiri dengan menyediakan berbagai layanan penerbangan secara komersial.

Layanan angkutan secara komersial

Segmen bisnis Susi Air lebih banyak melayani penerbangan penumpang komersial antar kepulauan di seluruh kawasan Indonesia. Usaha tersebut relatif lancar karena tidak banyak kompetitor yang mau terbang ke kota-kota kecil.

Salah satu kesuksesan tersebut tidak lepas dari kejelian pihak perusahaan dalam menjalankan bisnis penerbangan. Mulai dari menggunakan pesawat berbadan kecil yang relatif murah, hingga memilih bandara alternatif menekan biaya operasional.

Bisnis logistik dan kargo udara

Selain mengangkut penumpang, Susi Air juga melayani pengiriman logistik lewat bisnis kargo udara mereka. Perusahaan ini bahkan melayani penerbangan untuk kebutuhan survey (survey flights), hingga jasa carter ke luar negeri.

Semua layanan milik perusahaan dirgantara tersebut didukung oleh beberapa jenis armada dengan jenis bilah mesin ganda. Mulai dari Cessna Caravan, PC-6 Turbo Porter, Piaggio P-180 Avanti II, hingga pesawat LET 410.

Jenis-jenis Pesawat Susi Air yang Melayani Penumpang

Di bawah ini adalah beberapa macam jenis pesawat Susi Air yang bisa melayani penumpang.

Cessna Grand Caravan dan Pilatus PC-6 Turbo

Pesawat satu ini merupakan jenis awal yang dibeli oleh Susi Air saat awal-awal merintis bisnis penerbangan. Dimensi badannya terbilang kecil sehingga cocok untuk melayani rute di kota-kota kecil hingga pedalaman.

Ada juga jenis Pilatus PC-6 Turbo dengan bilah mesin ganda yang sangat diandalkan di semua cuaca. Armada ringan ini biasa dipakai untuk mengirim logistik, survey udara, hingga mencari orang hilang.

Diamond Twin Star hingga Helikopter Agusta Grand 109

Pesawat Susi Air lainnya adalah jenis Diamond Twin Star dengan bilah mesin ganda. Armada satu ini terbilang khusus alias VIP karena ditujukan untuk konsumen yang ingin merasakan sensasi naik pesawat khusus.

Selain pesawat, perusahaan tersebut juga menyediakan tipe Agusta Grand 109 yang diklaim sebagai heli populer di dunia. Operasionalnya dimulai sejak tahun 2009 dan kini telah melayani berbagai keperluan penebangan komersial.

Nama besar perusahaan milik Susi Pudjiastuti tersebut kini telah dianggap sebagai salah satu maskapai udara terbaik di Indonesia. Pesawat Susi Air miliknya telah berjasa mengantar penumpang hingga bisnis kargo udara.