Bahan Bakar Pesawat Terbang – Bagi industri penerbangan, bahan bakar pesawat terbang tak hanya berfungsi untuk menggerakkan mesin, tetapi juga menjadi salah satu faktor penentu keselamatan. Oleh sebab itu jenis bahan bakar pesawat dimodifikasi sesuai perkembangan mesin pesawat itu sendiri.

Semakin canggih dan inovatif mesinnya, maka bahan bakar yang digunakan juga harus disesuaikan. Umumnya orang-orang hanya mengetahui avtur sebagai bahan bakar pesawat, padahal masih ada tiga jenis lainnya yang digunakan dalam industri penerbangan.

Jenis Jenis Bahan Bakar Pesawat Terbang

Pesawat Lion Air Sedang Mengisi Bahan Bakar

Bahan bakar pesawat terbang adalah hasil olahan fraksi minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar mesin pesawat. Di industri penerbangan dunia saat ini setidaknya ada 3 jenis bahan bakar pesawat yang digunakan, yaitu:

Avtur

Bahan bakar yang pertama tentu saja ada Avtur yang paling umum diketahui publik. Avtur adalah bahan bakar yang digunakan untuk pesawat bermesin turbin dengan kecepatan tinggi. Bahan bakar ini difungsikan agar pesawat mampu mencapai kecepatan optimalnya.

Avtur sendiri memiliki banyak komposisi berbeda yang disesuaikan dengan tipe pesawat. Seperti NATO yang menyebut avtur dengan istilah F-35 untuk bahan bakar pesawat Jet A-1.

Aviation Gasoline dan Aviation Kerosine

Pesawat dengan mesin piston umumnya menggunakan bahan bakar aviation gasoline (Avgas), sedangkan pesawat bermesin turbin lebih cocok dengan aviation Kerosine. Kedua bahan bakar ini memiliki titik didih yang berbeda. Avgas berkisar antara 32 hingga 220 derajat celcius dan aviation kerosine antara 144 hingga 252 derajat celcius.

Avtag, Avcat, JPTS

Bahan bakar pesawat terbang telah banyak disempurnakan komposisinya, khususnya di negara-negara maju. Seperti pada pesawat Angkatan Laut Amerika yang rentan air sehingga menggunakan komposisi lebih sempurna dengan sebutan bahan bakar Avcat.

Sedangkan pada pesawat intai dengan kecepatan luar biasa menggunakan Jet Propellant Thermally Stable (JTPS). Sehingga antara satu pesawat dengan lainnya memiliki bahan bakar masing-masing yang komposisinya dapat mengoptimalkan performa pesawat.

Cara Mengisi Bahan Bakar Pesawat

Pengisian bahan bakar pesawat terbang sebagian besar masih menggunakan dispenser dan hydrant pit atau lubang hidran. Hydrant pit merupakan sistem pipa yang sudah ditanam di setiap area parkir pesawat.

Itulah alasannya pesawat memiliki pos pemberhentian masing-masing karena di bawah landasan tersebut sudah terdapat pipa pengisian bahan bakar. Setelah itu proses pengisian bahan bakar akan melibatkan truk khusus yang disebut sebagai dispenser.

Truk akan menghubungkan selang ke bagian pipa hidran dan ujung selangnya disambungkan ke sayap pesawat. Para teknisi yang bertugas akan mengawasi jumlah bahan bakar yang telah diisi sesuai dengan prosedur.

Konsumsi Avtur Pesawat

Dalam berbagai peluncuran pesawat seri terbaru, masing-masing produsen selalu mengklaim bahwa armada mereka memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Hal ini disebabkan konsumsi avtur pesawat yang ternyata sangat boros dan banyak memakan biaya.

Sebagai gambaran, pesawat terbang tipe Boeing 777 yang merupakan salah satu pesawat terbesar di Indonesia saat ini membutuhkan 110 liter bahan bakar avtur per menit. Itu artinya, untuk menempuh penerbangan selama 1 jam sebuah pesawat bisa menghabiskan bahan bakar hingga lebih dari 600 liter.

Kapasitas bahan bakar pesawat terbang juga sangat besar, bisa lebih dari 150 ton. Konsumsi bahan bakar antara satu pesawat dengan lainnya juga berbeda, tergantung pada ukuran bodi pesawat hingga kecepatannya. Semakin cepat dan berat suatu pesawat maka konsumsi bahan bakarnya akan lebih banyak lagi.

Dan itulah beberapa informasi seputar bahan bakar pesawat terbang beserta masing-masing jenisnya, semoga bermanfaat.